News

Cara Melatih Bayi Tengkurep Sejak Usia 3 Bulan!

Swarapelita.com,- Pada umumnya bayi bisa sudah bisa tengkurap dan membalikkan badannya sendiri pada saat usianya 3 – 5 bulan. Meski begitu, ada juga bayi yang baru bisa tengkurap dan berguling saat berusia sekitar 6 – 7 bulan, saat otot leher dan lengannya dirasa sudah cukup kuat. Itu sebabnya, Anda tidak perlu khawatir jika pada usia 3 bulan mungkin si kecil belum bisa miring ataupun tengkurap, karena selain perkembangan setiap bayi tidak lah sama, hal tersebut juga masih dalam batas normal.

Bagaimana cara orangtua melatih anak belajar tengkurap?

Kebanyakan bayi mungkin tidak suka berlama-lama dalam posisi tengkurap. Rasa bosan menjadi penyebab bayi sering rewel bila berada pada posisi tengkurap cukup lama. Itu sebabnya, apabila Anda ingin melatih anak belajar tengkurap, Anda harus pintar-pintar mencari cara untuk menarik perhatiannya sehingga ia tidak mudah bosan dan rewel.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melatih anak belajar tengkurap.

1. Rutin lakukan tummy time

Agar merangsang bayi untuk bisa belajar tengkurap, Anda bisa melakukan tummy time. Idealnya berikan waktu sekitar 5 menit untuknya berada pada posisi tersebut. Lakukan cara ini secara berulang selama si kecil dalam keadaan terjaga. Jangan lupa, letakan si kecil pada tempat yang nyaman dan bersih. Bila bayi mulai merasa tidak nyaman bahkan menangis, jangan memaksakannya. Tunggu sampai si kecil kembali rileks. Anda bisa membuat suasana hati si kecil lebih baik dengan cara mengubah posisinya menjadi telentang atau menggendongnya.

2. Berganti posisi saat menyusui

Saat menyusui bayi akan secara otomatis mengikuti di mana lokasi puting susu ibu. Anda bisa tengkurapkan bayi tepat di atas perut Anda saat menyusui. Posisi ini umumnya akan membuat bayi merasa nyaman. Biarkan bayi melatih dirinya sendiri untuk menjaga keseimbangan. Selain Anda dan si kecil bisa saling menatap secara langsung, posisi ini juga secara tidak langsung akan menciptakan ikatan yang kuat antara Anda dan si kecil karena bisa saling interaksi dengan saling menatap satu sama lain.

3. Gunakan mainan yang menarik hati

Suasana hati si kecil memang sulit untuk diprediksi. Nah, untuk mengatasi ini Anda bisa menggunakan mainan mainan lucu yang menarik agar tidak cepat bosan dan mampu memperbaiki suasana hatinya. Taruhlah mainan berwarna cerah dan memiliki bunyi-bunyian di depan bayi dan biarkan ia berusaha meraihnya. Anda bisa menggunakan bola kecil untuk menarik perhatian bayi agar nyaman ketika dalam posisi tengkurap. Posisi tengkurap sangat membantu bayi untuk merangsang kemampuan mengangkat badannya dan bergerak mengambil mainan yang ada di hadapannya.

4. Gunakan ekspresi yang lucu

Untuk membuat bayi tertarik akan satu aktivitas,  Anda memang harus memiliki banyak akal. Salah satunya Anda dengan memperagakan ekspresi wajah yang lucu dihadapannya. Meniru suara binatang merupakan ide yang tepat untuk menarik perhatian si kecil. Bahkan hampir sebagian nak-anak selalu suka dengan permainan ini. Jangan kaget kalau si kecil bisa tertawa karena ekspresi wajah yang Anda tampilkan.

5. Jangan cepat patah semangat

Melatih si kecil untuk belajar tengkurap memang membutuhkan strategi khusus agar ia tidak cepat bosan. Itu sebabnya, jangan patah semangat untuk terus mencoba dan mencari ide menarik agar bayi nyaman saat Anda posisikan dalam keadaan tengkurap, ya! Ingat, kesabaran dan kegigihan Anda pasti akan membuahkan hasil yang manis kok!  Sampai nanti pada saatnya si kecil akan memberikan Anda sebuah kejutan bisa tengkurap dan berguling sendiri untuk pertama kalinya. (Sumber : Hello Sehat)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *